Idul Adha bertepatan dengan Ulang Tahun ke-21. There was no party, no gifts, nothing. Except all birthday wishes on my Facebook wall. Selain itu dunia berjalan seperti biasanya.
Dahulu beberapa orang temanku berkata bahwa aku adalah orang yang selalu tahu apa kemauanku, tujuanku, kemana harus melangkah. Pencapaian dan keberhasilan waktu itu semakin menegaskan citra kepastian impian dan keinginan hidupku. Tentu saja, mereka salah. Aku kini berhenti di persimpangan. Sisi lain dari jalanan. Aku mengintip ke balik sisi itu, aku sadar diriku yang lain masih menunggu.
Itu adalah diriku yang selalu kuinginkan jika melihat bayanganku dalam cermin. Tapi dia tidak pernah muncul. Seorang gadis yang menginjak usia wanita dewasa, penuh perencanaan, bersemangat menghadapi ketidakpastian, dan tentu saja lebih bijaksana. Seseorang yang menjadi dirinya sendiri.
Tapi dia tidak pernah muncul disana. Dalam pantulanku di cermin manapun. Bahkan terkadang suara tawaku sendiri terdengar asing. Seakan aku membiarkan seorang asing mengambil alih hidupku dari pukul 7 pagi hingga sebelum tidur. Lalu dalam mimpi, aku menjadi diriku lagi.
Penyesalan terbesarku adalah; ketakutanku untuk menyuarakan diriku sendiri. Perasaanku yang sebenarnya. Tapi justru tak seorangpun mengenalku dengan baik. Mungkin memang tidak ada orang yang bisa mengenalku dengan baik. Maksudku, mengenal berarti menerima perasaanku dan keseluruhan kelemahan dan kelebihanku. Tapi tak ada satupun (mungkin hanya Rachel seorang) yang mengenalku.
Lalu bagaimana mereka bisa menyayangiku kalau aku tidak pernah dikenali? Diriku yang asli. Diriku yang berdiri di sisi lain dari jalan. Bukan seorang yang muncul dari pukul 7-sebelum tidur. Semua itu bukan untukku. Untuk diriku yang palsu. Cinta yang palsu. Sebenarnya hdupku penuh kepalsuan. Heh.
Betapa munafik, palsu topeng itu.
Belajar dengan rajin?
Mengenal agamaku dengan baik?
Mengenakan baju seperti ini setiap hari?
Merasa orang-orang perhatian padaku?
Keluarga bahagia dan hangat?
Teman-teman baik?
Fake, fake, fake.
Jika aku boleh berharap, aku ingin di usiaku yang baru ini... aku dilenyapkan. Lalu memulai semua dari awal, di tempat baru yang lebih baik, orang-orang yang lebih tulus, diriku yang lebih berani...
Aku menyesal. Benar-benar menyesal. Aku membenci diriku lebih dari segalanya, itulah bagian terburuknya.
Tampilkan postingan dengan label on life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label on life. Tampilkan semua postingan
Rabu, 31 Oktober 2012
Sabtu, 08 September 2012
Orang-Orang Asing
Ini lagu The Kinks "Strangers" yang sedang ane mood untuk ane tulis arti bahasa Indonesianya.
Kemana kau pergi, aku tidak keberatan
Sudah kubunuh waktu dan duniaku
Jadi kemana aku pergi dan apa yang kulihat
Kulihat banyak orang menyusulku
Jadi kemana kau pergi, aku tidak keberatan
Kalau aku hidup terlalu lama, aku akan takut mati
Jadi aku ikut kemanapun kau pergi
Jika tanganmu yang terulur masih terbuka untukku
Kita adalah orang-orang asing diatas jalan ini,
tapi kita bukan dua orang, kita adalah satu.
Jadi kau pernah berada di tempat yang sama
Dari negeri yang telah banyak menghasilkan pecundang
Jadi bersama kita akan berbagi jalan ini
Jadi pikirkan perkataan kita dan hati-hatilah bicara
Sampai kedamaian yang kita temukan
akan berkata apa yang akan kulakukan
Segala yang kumiliki akan kubagi denganmu
Jika kurasa hari esok sama seperti hari ini
Kita akan ambil apa yang kita inginkan
dan tinggalkan sisanya
Kita adalah orang-orang asing diatas jalan ini,
tapi kita bukan dua orang, kita adalah satu.
Orang suci dan pendeta suci,
Cinta pada kehidupan membuat lututku melemah
Dan ketika kita sampai, buatlah permainan
Karena segera aku merasa kau akan membawa kita berdua
Dengan janji-janji palsu yang membuatku percaya
Bagi banyak orang, ada terlalu banyak penderitaan
Dan pikiranku sangat bangga, tapi sangat pedih oleh kemarahan
Dan kalau aku hidup terlalu lama, aku takut mati
Kita adalah orang-orang asing diatas jalan ini,
tapi kita bukan dua orang, kita adalah satu.
Kemana kau pergi, aku tidak keberatan
Sudah kubunuh waktu dan duniaku
Jadi kemana aku pergi dan apa yang kulihat
Kulihat banyak orang menyusulku
Jadi kemana kau pergi, aku tidak keberatan
Kalau aku hidup terlalu lama, aku akan takut mati
Jadi aku ikut kemanapun kau pergi
Jika tanganmu yang terulur masih terbuka untukku
Kita adalah orang-orang asing diatas jalan ini,
tapi kita bukan dua orang, kita adalah satu.
Jadi kau pernah berada di tempat yang sama
Dari negeri yang telah banyak menghasilkan pecundang
Jadi bersama kita akan berbagi jalan ini
Jadi pikirkan perkataan kita dan hati-hatilah bicara
Sampai kedamaian yang kita temukan
akan berkata apa yang akan kulakukan
Segala yang kumiliki akan kubagi denganmu
Jika kurasa hari esok sama seperti hari ini
Kita akan ambil apa yang kita inginkan
dan tinggalkan sisanya
Kita adalah orang-orang asing diatas jalan ini,
tapi kita bukan dua orang, kita adalah satu.
Orang suci dan pendeta suci,
Cinta pada kehidupan membuat lututku melemah
Dan ketika kita sampai, buatlah permainan
Karena segera aku merasa kau akan membawa kita berdua
Dengan janji-janji palsu yang membuatku percaya
Bagi banyak orang, ada terlalu banyak penderitaan
Dan pikiranku sangat bangga, tapi sangat pedih oleh kemarahan
Dan kalau aku hidup terlalu lama, aku takut mati
Kita adalah orang-orang asing diatas jalan ini,
tapi kita bukan dua orang, kita adalah satu.
Langganan:
Postingan (Atom)
