Tampilkan postingan dengan label me. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label me. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 November 2012

Being Indifferent As You Do

Being indifferent means being dispassionate about things happen around you. So, when people smile at you, you can lift up your brows or merely keep silent. Or in other level, be a bit cold. Either way, it's what I am talking about. People are personalities. There are 7 billion of us live a different lives and multiple personalities. If only we can keep that in mind, we won't easily judge someone without knowing their true personalities or stories.

Well, once my colleague... he was my friend, but after he told what I'm going to tell you about, I level down his companionship level from a 'friend' to only just 'acquaintance'. He told me, quite honest actually, that I've been so indifferent to other people. SO indifferent 'till some guys (I'm a girl, you see) stay away from me. They see me as a girl with distant and stone walls, means I am not friendly. That surprised me. You never know how the way people see you until someone tells you the truth. Then this acquaintance of mine also told that there's a girl who hates me without reason. Whoa.

As long as I remember, I didn't do anything harmful or rude to them. Maybe, I don't smile too often (or should I? Cause it's very discomfortable!). But, you know... I have some theories:

1. I live in country that is well-known for its nice people, hospitality and heart-warming smiles. I told you the truth, people here don't smile here genuinely because it's a social protocol. You meet people, you gotta smile, because if you don't... they will look at you like you walk on fire because you're SNOBBY or INDIFFERENT. That is Indonesia. 

2. The idea of a women who wear hijab should represent a nice personality or at least... feminine. Guys who see women who aren't like that would probably judge them as INDIFFERENT or DISLIKE men in general (which is abnormal, of course). You know, all stuffs like... as a muslimah, we should keep our sight, keep away from touching men (non-muhrim), not being flirty, etc. Maybe people who judge me as an indifferent person think this way. I am a conservative muslimah. Bullcrap.

3. Possibly, I am as they see... an indifferent person. Well, I don't ignore the fact though. Also, I don't despise the idea of me being cold, closed, indifferent, mysterious, anything at all. It's their opinion. What I hate is... how could they possibly judge me as they like while they even barely talk to me, only know my first name, never smiled at me, just looking me afar waiting for me to say fucking 'hello' first like normally Indonesian do?? It was upsetting me very much as they talked behind me. 
I love myself, although there are times when I hate myself. Like any other person. 
I won't change. Because i believe, whenever we should care of others, we do it from our heart, not because of goddamn social protocol. Same thing with smiling or listening to others. Because if you do that other way, you are just a fucking PHONEY and that's the last thing I wanna be. 

My last word, those who hate just gonna hate. If they truly want to be friends, well.. they will find me a passionate, caring, loving, loyal, most trusted person they ever encountered in their life. I promise myself that.
But again, not for phoneys and stupids. 

Rabu, 31 Oktober 2012

21 Years of Rants

Idul Adha bertepatan dengan Ulang Tahun ke-21. There was no party, no gifts, nothing. Except all birthday wishes on my Facebook wall. Selain itu dunia berjalan seperti biasanya.

Dahulu beberapa orang temanku berkata bahwa aku adalah orang yang selalu tahu apa kemauanku, tujuanku, kemana harus melangkah. Pencapaian dan keberhasilan waktu itu semakin menegaskan citra kepastian impian dan keinginan hidupku. Tentu saja, mereka salah. Aku kini berhenti di persimpangan. Sisi lain dari jalanan. Aku mengintip ke balik sisi itu, aku sadar diriku yang lain masih menunggu.

Itu adalah diriku yang selalu kuinginkan jika melihat bayanganku dalam cermin. Tapi dia tidak pernah muncul. Seorang gadis yang menginjak usia wanita dewasa, penuh perencanaan, bersemangat menghadapi ketidakpastian, dan tentu saja lebih bijaksana. Seseorang yang menjadi dirinya sendiri.
Tapi dia tidak pernah muncul disana. Dalam pantulanku di cermin manapun. Bahkan terkadang suara tawaku sendiri terdengar asing. Seakan aku membiarkan seorang asing mengambil alih hidupku dari pukul 7 pagi hingga sebelum tidur. Lalu dalam mimpi, aku menjadi diriku lagi.

Penyesalan terbesarku adalah; ketakutanku untuk menyuarakan diriku sendiri. Perasaanku yang sebenarnya. Tapi justru tak seorangpun mengenalku dengan baik. Mungkin memang tidak ada orang yang bisa mengenalku dengan baik. Maksudku, mengenal berarti menerima perasaanku dan keseluruhan kelemahan dan kelebihanku. Tapi tak ada satupun (mungkin hanya Rachel seorang) yang mengenalku.

Lalu bagaimana mereka bisa menyayangiku kalau aku tidak pernah dikenali? Diriku yang asli. Diriku yang berdiri di sisi lain dari jalan. Bukan seorang yang muncul dari pukul 7-sebelum tidur. Semua itu bukan untukku. Untuk diriku yang palsu. Cinta yang palsu. Sebenarnya hdupku penuh kepalsuan. Heh.

Betapa munafik, palsu topeng itu.

Belajar dengan rajin?
Mengenal agamaku dengan baik?
Mengenakan baju seperti ini setiap hari?
Merasa orang-orang perhatian padaku?
Keluarga bahagia dan hangat?
Teman-teman baik?

Fake, fake, fake.

Jika aku boleh berharap, aku ingin di usiaku yang baru ini... aku dilenyapkan. Lalu memulai semua dari awal, di tempat baru yang lebih baik, orang-orang yang lebih tulus, diriku yang lebih berani...

Aku menyesal. Benar-benar menyesal. Aku membenci diriku lebih dari segalanya, itulah bagian terburuknya.


Kamis, 30 Agustus 2012

But It's Empty

Aku semakin benci diriku sendiri.

Aku yang diam dan tidak bisa berbuat apa-apa, terlalu tolol untuk menyadari...
ini semua cuma mimpi-mimpi yang tidak logis.

Waktu semakin membuatnya jelas, ini amat sangat keterlaluan. Egois. Berlebihan. Kekanakan.

Temanku berkata untuk berhenti menyalahkan diri. Bahwa perasaan yang kumiliki manusiawi. Tapi semakin kupikirkan aku malah semakin membenci diriku sendiri. Aku seperti orang lain, orang asing yang tidak kukenal, jenis orang yang paling kubenci.

...orang yang membiarkan perasaan menguasai dirinya sampai hilang akal sehat.

Apapun yang kulakukan... sudah tidak begitu berarti lagi rasanya. Sejujurnya, what's the point? There is no point if without him. Bukan. Salah... hatiku mengatakan tidak ada padahal sebenarnya ada.

Hidupku masih berarti. Masih ada segelintir yang menyayangiku.

Tapi kenapa semua itu terasa hampa?

Kalau tidak ada dia, semuanya terasa hampa. 

Aku tidak sadar selama ini aku begitu kesepian, melebihi bayanganku. Sekarang ketika aku mengenal sesuatu yang baru, seperti melihat tempat asing yang indah... aku harus kembali ke liang yang kosong itu.

Aku harus sendirian lagi. Aku harus kembali dan menarik diriku lagi.

Dan sayangnya itulah keputusan yang paling tepat, dan mungkin yang paling logis.

Kenapa hal-hal yang benar sangat menyakitkan...? Kenapa aku harus kesepian lagi? Kenapa aku harus...

Bagaimana bisa aku berharap ada yang menerimaku, sementara aku saja benci sekali diriku sendiri?

Rabu, 22 Agustus 2012

Selamat Leba(y)an

Whoa, beneran udah Lebaran ya??

Oke, ini lebay... tapi ini sungguh Lebaran paling sepi yang pernah ane alami. Kalau ane simpulkan dengan satu kata SEPI. Sebenarnya ritualnya sudah sering terulang tiap tahun, ok? Ane sekeluarga mudik ke Lampung + Bengkulu naik mobil dan kapal feri. Kemacetan 4 kilometer dari tol Merak ke pelabuhan juga gak kaget lagi, ada bokap jadi khatib dan imam (yang lagi-lagi minta diketikin teks Arabnya) di masjid, ziarah ke makam kakek (yang tiap tahun makin cepat waktu bernangis-nangis rianya), lalu makan opor, lalu salam-salaman.... lalu tidur siang jam 1. It's all the same old stories, alright.

But what made it harder than the yesteryear...?

Well, pertama kondisi mental yang tidak stabil. Ditandai dengan sindrom-sindrom stres seperti lucid dreaming (cek di Wikipedia) kayak di Inception.... dan jadwal bulanan yang telat, saking telatnya baru kali ini puasa penuh sebulan, whoa!

Lalu ortu yang masyaallah luar biasa menyebalkannya. Ada insiden dimana mereka tiba-tiba jadi gaje cuma gara-gara tante ane mau ngajak ane sama adek jalan-jalan. Adik ane yang terakhir... well, dia masih sakit dan tahu-tahu nangis (gak nangis kejer, lho) dan buat ortu marah besar. Insiden itu melibatkan seluruh adik-adik nyokap dan berakhir dengan diijinkannya kita bertiga walau dengan darah dan airmata (lebay).
Believe me, bukan pengalaman indah.

Tapi lucunya, saudara-saudara nyokap yang biasanya rebutan harta itu kali ini jadi kompakan dukung ane sama adek-adek ane buat pergi. Malahan mereka menyediakan diri buat tempat curhat. Aneh, kan.

Tapi akhir-akhir ini memang ane gampang nangis, lho. Tapi gampang juga selesainya. Paling nangis gak sampai semenit, biasanya sampe 5 menit-laahh... does it mean i became stronger? :-D

Anyway, tadi pagi diomelin karena kamar berantakan. Kamar ane berantakan, are you fucking kidding me? Temen ane kalau nginep mereka komplain karena kamar terlalu luas dan bersih segala macam. Berantakan dari mananyaaaaa..... Lagian itu kan kotor karena gak disapu selama mudik. Sumpah, jadi pengen ngekos!!

Tahun ini gak mudik ke Bengkulu. Tapi biarlah, ane cuma kangen pantainya doank.

Apa lagi....

Harapan-harapan buat tahun depan (kayak mau Tahun Baru -_-)

1. Semoga tuh dosen gak ngurus Tahfizh ane lagi
2. Semoga ketemu komik bagus yang murah lagi
3. Semoga bisa jalan keluar kota sama temen (bukan keluarga)
4. Semoga rezeki bertambah
5. Semoga pipi gak melebar
6. Semoga ................ (dalam hati aja)

dan lain-lain, resolusi Lebaran yang ngga penting, hahaha!











Jumat, 25 Mei 2012

A Day In Life

05.00 = Wake up in the morning, Fajr praying, sleep again
06.20 = Wake up again after the second round sleeping
07.00 = Going to campus, my shoes are fighting against the muddy ground of Ciputat Street Market. Hell.
08.00 = Sitting in the class (always alone and the first to come), turn on the Wifi
09.00 = Listening to lectures, wondering what would happen if tomorrow is the end of the time.
10.00 = Listening to lectures, bored, reading some articles from my Samsung Galaxy phone
11.00 = Bored, getting sleepy, one of classmate start to ask some sounds-like-smart-opinions
12.00 = Zuhur praying, lunch, getting sleepy as hell, thinking about Ludwig Wittgenstein' Tractatus again
13.00 = Listening to lectures, sleeping on that lousy chair, daydreaming about anything philosophical.
14.00 = Arrived at home, sleeping
15.00 = Reading some books until fall to sleep
17.00 = Wake up and take a shower, thinking about what is my ideal life and world
18.00 = Teaching my students, so exhausting but sometimes fascinating, Maghrib prayer
19.00 = Isya' prayer, turn on my computer, browsing everything that sum up all of my thoughts today. From Ludwig Wittgenstein to The Big Bang Theory. From Brit Awards to Imam Ghazali. Drowned in my own mind.
24.00 = Finishing a day in life with more more questions and thoughts to think about by tomorrow in the class

Do you realize something is wrong here? Tell me.

Kamis, 15 Maret 2012

Why Do I Love The Big Bang Theory?

Sebelumnya ane belum pernah nge-post ulasan serial TV kesukaan ane, bukan karena gak ada yang ane ikuti, tapi karena itu tidak begitu penting. Yes, TV shows are entertaining (some of them) but not that important. Tapi The Big Bang Theory penting... setidaknya untuk sekarang ini. If there's a cure for this long term depression of mine, it is this. Ane akan menyajikan beberapa alasan mengapa ane kecanduan dengan, well---ane nonton berulang kali, that never happened since The Office (UK)---The Big Bang Theory:

1. GEEKS FACTOR
Ya, mereka memang bahan tertawaan disini: 4 orang ilmuwan muda yang tinggal di Los Angeles dengan segala kekikukan mereka dengan kehidupan sosial dan obsesi mereka dengan sains dan komik. Humor yang digunakan dalam serial ini seringkali menyertakan jargon saintifik atau dari film/komik/serial TV/game/software yang kadang kita tahu kadang tidak, mulai dari pahlawan-pahlawan super DC, The Lord of The Rings, World of Warcraft, Battlestar Galactica, Doctor Who, Mario Bros, Harry Potter...you name it. Dan TBBT tidak malu-malu menggunakan segala jargon asing itu! That's what I adore, sehingga penonton yang tidak familiar terpaksa mencari tahu atau mereka tidak akan paham sisi lucunya. Tapi walaupun tanpa istilah-istilah geeks itupun, candaan dan akting mereka sudah brilian. Memang terkesan stereotipikal, tapi kalau kau mau menontonnya (harus!), barulah kau akan melihat perkembangan karakter TBBT. Geeks rule!



Notable scene to me: ketika Sheldon Cooper bilang Windows Vista lebih baik dari Windows 7 karena yang 7 lebih friendly-user dan dia benci itu. LOL!


2. BRAINY IS NEW SEXY
'Cerdas adalah seksi yang baru', ungkapan yang makin terasa tidak asing sekarang ini. Seperti dari serial Sherlock yang dengan elegan membuktikan itu. Walaupun memang tidak seksi-seksi amat (seksi seperti Bradley Cooper atau Jude Law), baik Sheldon, Leonard, Raj, dan Howard adalah jagoan sains, which are their best advantage to win girls. Sayangnya karena terlalu kikuk dengan kenyataan dunia diluar kehidupan saintifik mereka, impian pacar seksi tinggal khayalan, kecuali untuk Leonard. Tapi bagi penonton TBBT, they're the men in the spotlight. Dr. Sheldon Cooper dengan 5 deretan gelar dibelakangnya adalah ilmuwan Fisika subatomik yang mendalami String Theory (yang jelas aku tidak begitu paham maksudnya, mungkin ada hubungannya dengan time travel atau kosmologi). Leonard Hofstadter adalah seorang fisikawan (juga) yang lebih kearah eksperimen dibanding Sheldon yang teoritis di Institut Teknologi California. Raj Koothrappali adalah seorang astrofisikawan di Caltech (tempat kerja Sheldon) dan hebatnya entah mengapa sempat menjadi sampul majalah TIME. Sementara si Yahudi Howard Wolowitz adalah insinyur permesinan khusus luar angkasa alias perancang roket. Rocket science! How could they're not sexy??

3. RELATIONSHIP ANOMALIES
Sayangnya dengan kecemerlangan otak mereka, mereka sangat sedikit mengenal kehidupan sosial. Raj tidak mampu bicara dengan wanita kecuali bila mabuk (tapi entah kalau dengan anak perempuan kecil). Howard masih tinggal dengan ibunya yang sosoknya saja tidak jelas, hiiyy. Leonard amat kikuk dengan wanita, bahkan terkadang harus meng-Google untuk menggoda mereka dulu. Sheldon? Jangan tanya. Ia selalu menertawakan kebutuhan sosial. Ia sangat suka situs jejaring sosial hanya karena ia menghindari kontak sosial sesungguhnya. Hubungan mereka dengan masing-masing ortu mereka yang aneh dan ganjil, terutama Leonard dengan ibunya. Belum lagi hubungan dengan kolega sesama ilmuwan di lab. Sheldon amat sangat menyukai menjatuhkan ilmuwan lainnya dalam pernyataan saintis atau mengomentari mereka dengan sinis selama penghargaan Nobel. TAPI justru inilah sumber kelucuannya. Well, i must say, although we're laughing at their lack of social skill.... sometimes i can feel this show laugh at us too. Maybe it's only me.



4. PENNY (Kaley Cuoco)
Penny atau yang lebih dikenal dengan Penny <---karena nama belakangnya tidak pernah terungkap, adalah tetangga Sheldon dan Leonard. Ia lumayan cantik dan sebenarnya sikapnya sangat manis. Pada awalnya ia mewakili stereotip wanita muda pirang yang punya banyak pacar, berangan-angan tinggi (Penny adalah pelayan restoran yang merintis karir aktris), dan hobi shopping. Jangankan soal ilmiah, ia bahkan tidak tahu apa itu Star Wars. Ia sungguh beruntung terjebak dikamar didepan kamar Sheldon yang selalu menyapanya dengan 3 ketukan pintu: Penny... *tok, tok! Penny... *tok, tok! Penny...*tok, tok! yang terkenal itu.
But she is the ray of sunshine! Semua kecuali Sheldon ingin memacari Penny, tapi Leonard-lah yang beruntung. Penny mengajarkan banyak hal non-ilmiah kepada mereka sepeti soal: arti sarkasme kepada Sheldon dan mengenalkan teman-teman perempuannya kepada Howard dan Raj. Ia juga bersikap manis walaupun seringkali jengkel kepada Sheldon. Ia bahkan sering memanggil Sheldon: "Oh, sweetie..." dan menyanyikannya "Soft Kitty" saat Sheldon sakit. I love her! She's adorably nice and sweet.



5. SHELDON COOPER
TBBT bukan TBBT jika tanpa Jim Parsons sebagai Sheldon Cooper, kalau kau mengerti maksudku. Selain ia yang paling tampan diantara mereka, ia juga sebagai sumber kelucuan mayor dalam TV show ini. Mulai dari berbagai sindrom yang ia miliki seperti Asperger dan OCD (bukannya aku menertawakan orang dengan sindrom ini, hanya saja bagaimana reaksi sekitar Sheldon membuat stuasi komedi yang bagus!), kejeniusan dan ingatan fotografis dia yang sering ia gunakan untuk membuat argumen yang hebat, lalu kaos-kaos dengan sablon geek-nya. Ia sering menganggap serius yang orang lain tidak ambil pusing dan sebaliknya. Ia sangat dingin dan tidak simpati, membuatnya menjadi salah satu antihero dalam serial ini. Tapi ketika ia mulai menunjukkan sisi 'manis'-nya, aww.... <3 <3. Ada jutaan quotes dan istilah lucu darinya, yang paling terkenal mungkin BAZINGA!-nya yang mirip artinya dengan GOTCHA! Atau quotenya seperti: "Manusia menangis saat sedih, seperti halnya aku yang menangis bila orang lain terlalu bodoh untuk memahami, yang mana amat membuatku sedih". Ya, dia arogan dan amat egois and I can't help but love him so much!




Sebenarnya ada banyak hal lainnya yang aku sukai dari The Big Bang Theory, hanya saja seperti biasa jari-jari udah bosan mengetik. Ane juga suka hubungan antara Sheldon-Penny, Bernadette (pasangan Howard Wolowitz) yang jelas jelas dia itu cewe tsundere (lihat Wiki atau tanya otaku). Lalu ibu Sheldon yang fanatik agama tapi sangat care, Wil Wheaton, dan tentu saja kehebohan mereka dengan banyak hal yang juga ane suka. Jika kalian suka sitkom model Friends atau Frasier (yang mana TBBT jauh lebih lucu), this is a must see. Bazinga!

Sabtu, 10 Maret 2012

Ray of Sunshine

Akhirnya kuliah mulai lagi. Setiap hari terasa menyiksa. Akademik maupun sosial. Nobody i can really talk to, not even my friends. Terjebak lagi dengan kehidupan yang ane benci.
Memang lebih mudah mengeluh daripada bersyukur. But who gives a damn care if you are depresssed?!

Semester kali ini ada 2 pelajaran yang mungkin akan mencerahkan pikiran sedikit; Tayyarat Fikriyyah dan Ilmu Tauhid. Memang cuma itu oasis yang membuat ane bisa berlindung dari kejamnya aturan dan hukum yang aku tidak pahami. Bukannya tidak aku setujui juga, kan.

Lalu, kabar menyedihkan lainnya adalah... mungkin ane tidak akan bertemu Rachel dalam waktu yang lama, mengingat kemungkinan bertemunya mungkin cuma 0,006%, who knows? Miracle do happens.
Masalahnya kalau mengingat bagaimana dia adalah ray of sunshine in my life, dengan segala cerita yang ia bagi dan bagaimana ia bisa memahami maksudku--sekarang membuatku semakin merasa kesepian karena tidak bisa bertemu dengannya lagi 2 kali seminggu.

Bukan karena dia seorang native, tapi siapapun yang memahami ane saat ini, he/she is The Ray of Sunshine buat ane. Siapapun. Sekarang dunia ane sekali lagi gelap dan amat sepi.

Jadi, lagi-lagi ane harus mengungsi kekamar dan membaca semua buku atau menonton film-film itu untuk dinikmati sendiri, walaupun itu bagus sekalipun.

Anyway.

I'm speechless to say a word right now.

Rabu, 29 Februari 2012

The Hobbit's Poetry

Song for the Sea
by: JRR Tolkien


To the Sea, to the Sea! The white gulls are crying,
The wind is blowing, and the white foam is flying.
West, west away, the round sun is falling.
Grey ship, grey ship, do you hear them calling,
The voices of my people that have gone before me?
I will leave, I will leave the woods that bore me;
For our days are ending and our years failing.
I will pass the wide waters lonely sailing.
Long are the waves on the Last Shore falling,
Sweet are the voices in the Lost Isle calling,
In Eressea, in Elvenhome that no man can discover,
Where the leaves fall not: land of my people for ever”

"When the cold of winter comes
Starless night will cover day.
In the veiling of the sun
We will walk in bitter rain.

But in dreams
I can hear your name.
And in dreams
We will meet again.

When the seas and mountains fall
And we come to end of days.
In the dark I hear a call
Calling me there.
We will go there
And back again.

Jumat, 17 Februari 2012

A Very Brief Friendship, An Eternal Memory

Dia adalah seseorang yang kuharapkan menjadi teman kampusku, tetanggaku, saudaraku, dan sahabat lamaku. Dalam kenyataan hidup, dia adalah guru bahasa Inggrisku, tapi dia lebih dari itu. Ia adalah cerminan diriku yang lebih ceria. Kami mungkin memiliki selera yang berbeda, ia menelusuri tiap kalimat dengan teliti dalam cerpen-cerpen Roald Dahl, sedangkan aku lebih menyukai Edgar Allan Poe. Ia mencintai kisah anak-anak dan dunia mereka yang jujur, aku menyukai kisah remaja yang rumit dan kaya. Ia ingin menyelamatkan hutan hujan, aku ingin menyelamatkan minat baca semua orang. Kami memandang dunia dengan warna mata yang berbeda namun dengan cara yang sama. Ia-lah orang yang kuharapkan keberadaannya ada disisiku sekarang. Andai saja ia mengetahui ini.

Dan sekarang waktu kami sudah habis, perpisahan telah lewat, namun aku sangat merindukannya.
Oh, Tuhan andai saja ia mengetahui ini. Aku tidak tahu bagaimana menuliskan kesedihan-ku malam ini, mereka semua pergi seperti angin. Ia bagaikan cahaya matahari dalam hidupku yang kubenci. Dan sekarang malam yang panjang akan menantiku. Aku tidak tahu bagaimana menghadapinya.

Senin, 13 Februari 2012

What A Shame

Jadi, waktu setempat menunjukkan pukul 12.21 AM dan ane belum bisa tidur.
Ane sudah beli speaker, yang artinya sayonara-punggung-pegel! Liburan biasa saja, nilai-nilai biasa saja (kalau dengar kata IP, jadi emosi), kesehatan baik, kehidupan sosial lumayan, dll, dll..

Ane belajar sesuatu juga, sih hari ini...
Jadi tetangga ane ada yang minta diajari Tafsir Qur'an. Sebutlah namanya Indri. Beliau ini orang yang lebih unggul dari ane dalam hal semangat belajar. Dia tidak kuliah bahkan tidak lulus SMU, tapi semangat-nya mengalahkan semangat belajar mahasiswa. Dengan malu-malu dia yang beranggapan aku berilmu, minta diajarkan al-Qur'an.
Kau tidak boleh menolak orang seperti itu 'kan?
Maksud ane, ane kurang suka ide menjadi ustazah, tapi akhirnya datang juga waktunya. Bukannya ane meremehkan ustazah secara umum! TIDAK sama sekali! Malah malu juga kalau sudah belajar tapi hanya untuk diri sendiri. Seperti pohon yang tidak berbuah dan tidak manfaat. Cuma sampah masyarakat.
Ane tidak ingin karena terlalu takut menyampaikannya. Takut salah. Takut merasa takabur. Takut kalau tidak sesuai diri sendiri dengan apa yang ane ajari. Itu jauh lebih menakutkan! Padahal ane sadar orang-orang kekurangan ustazah-ustazah itu.
Pada akhirnya ane bersedia juga dan berusaha mengajarkan sebisa ane. Dia sungguh antusias dan selalu menanggapi perkataanku dengan positif. Kepadanya ane jujur saja, ilmu ane masih sedikit sekali. Tapi dia bilang tidak apa-apa. Ajarkan saja yang ane tahu.
Hanya saja, ane membuat kesalahan, sepertinya materi yang ane sampaikan terlalu teoritis dan terdengar akademis. Dia yang tidak terbiasa dengan bahasa keilmuan dan orang yang berbicara cepat-cepat harus mengerutkan kening berkali-kali. Akhirnya ia mengaku juga kalau ia sulit mengerti materinya.
Aku merasa malu. Akhirnya kau mengerti, mengapa penceramah bersikap santai, humoris, down-to-earth kepada masyarakat awam. Aku ini mirip seperti mahasiswa desain mengajarkan mewarnai kepada anak TK. Dasar bodoh. Aku malu pada diriku sendiri. Padahal hanya dengan secuil ilmu yang kuberikan asal mudah dipahami jauh lebih baik, ketimbang rumit namun hanya masuk kuping kanan keluar kuping kiri.
Jadi aku menjanjikan untuk mengubah metode pengajaranku dan berjanji untuk mencetak semua slideshow yang kubuat. Aku meminta maaf seperti orang gila tadi. Malu sekali.
Ilmu agama yang kupelajari kadang hanya terasa seperti tumpukan dokumen akademis yang kaku dalam otakku. Bukan untuk dipraktekkan, hanya sekadar tahu. Memalukan.
Aku tidak sanggup melanjutkan ini, aku punya lebih banyak alasan lagi untuk merasa jauh lebih jengkel terhadap diri sendiri.

Sabtu, 28 Januari 2012

I Wanna Be In Your English Garden

"All the people of Great Britain...!", dan dengan seruan itu James May mengajak masyarakat Chelsea membantunya membangun taman plastisin. Tidak tahu kenapa, padahal seruan itu untuk orang UK tapi ane merasa 'terpanggil'. For crying out loud!

Sepertinya ane sedang terkena demam Inggris. Sebenarnya sudah lama aku menyukai hal-hal yang berbau ke-British-British-an. Mulai dari The Union Jack-nya, acara TV-nya, seni, budaya, film, dan pemandangan alamnya. Tapi aku sama sekali tidak tertarik dengan pandangan politiknya meskipun segala tetek bengek Royal Family itu cukup unik buat ane. But i don't really give a damn.

Kalau ane buat daftar tentang hal-hal apa yang ane suka dari Inggris, akan agak melelahkan jari-jari ini. Tapi aku  ketik sebagian:

1. The Beatles
Bisa dibilang English Invasion (yang kebanyakan dimotori The Beatles) adalah salah satu hal terbaik yang dihasilkan British music industry to the world. Bukan hanya memberi pengaruh besar kepada budaya pop Inggris dan Amerika. Tapi seluruh dunia ini. Seluruh planet ini. Mungkin tidak semuanya setuju The Beatles is the best band in the world, but for the most classic? I think they are! Long stories, wonderful personalities and songs, and a John Lennon. Forever after! Hail The Fab Four!

Here are the best of them in my opinion:
Revolution
And Your Bird Can Sing
Helter Skelter



2. British dry humor
Humor ala Inggris sebenarnya cukup terkenal di Indonesia, hanya saja kita tidak terlalu sadar. Contoh tebak-tebakan: Ada 10 burung hinggap di pohon, kalau ditembak salah satunya; maka berapa sisanya? Tidak ada, karena semua burung terkejut dan sisanya terbang semua. Garing ya? Itulah dry humor. Banyak ditemui di serial komedi TV Inggris, contoh; Fawlty Towers, Blackadder, Liitle Britain, and the most lovable one: The Office. Komedi Inggris biasanya bercirikan satir (membawa fenomena realitas dalam bentuk komedi tragis), ironis, dan hm.. bagaimana menerangkannya? Bikin mikir. Kalau kau tidak memutar otak mencari apa yang lucu dari suatu hal atau tidak mengerti jargon British, pasti tidak akan tertawa. Selera humor yang agak 'pintar' inilah yang sesuai selera ane. Tidak tahu kenapa. Aku bisa mengulang satu joke sebelum tidur dan tertawa sendiri. Mwahaha!



3. Tea in the afternoon
Afternoon tea. Nge-teh sore-sore bareng temen atau sodara atau tetangga. Kegiatan yang terdengar biasa tapi sebenarnya menurut ane menyenangkan.. tergantung siapa yang diajak bicara sih. Tapi entah kenapa melihat orang Inggris nge-teh dekat kebun mereka yang terawat itu terlihat sangat beradab dan berkelas gitu, lhoo.. LOL. Mungkin karena zaman dahulu teh itu amat mahal dan hanya orang-orang menengah keatas yang bisa menikmati. Tapi zaman sekarang, jelas semua orang bisa menyediakan teh dan kue-kue unyu yang kapanpun mereka mau. Akhir-akhir ini aku menambahkan krimer ke teh-ku (gak nyambung).


4. English garden
Saya bukan tukang kebun atau ahli pertamanan, kok. Tapi kebun Inggris itu amat sangat enak dilihat mata. Sering ane lihat di film-film klasik Inggris, atau di buku-buku dongeng Inggris jaman dulu. Dengan sebuah pondokan dan cerobong asap (ini yang jadul), barisan bunga-bungaan, tanaman anggur yang merambat, gerbang masuk yang dipenuhi mawar, jalan setapak kecil yang disusun blok-blok batu, sumur yang seperti keluar dari dongeng-dongeng abad ke 19. Hauu... mana ada di tempat ane tinggal!




5. The Union Jack
Barang apa aja yang ada pola bendera UK ini pasti jadi keren, menurut ane ya! Termasuk gitar Noel Gallagher ini:


atau payung-entah-punya-siapa-ini:

atau bantalnya Sherlock: 


Tentu saja ada sejarah dibalik warna dan bentuknya, tapi silakan cari di Wikipedia sajalah.. ahaha.


6. English countryside
Yak, tidak perlu dipungkiri lagi, inilah alasan utama kenapa ane mau ke Inggris. Bukan London tujuan utama ane kesana, ok? Tapi desa-desanya itu. Mungkin karena ane terlalu mantengin lukisan-lukisan John Constable ya? Subhanallah, banget bagaimana alam pedesaan sana begitu memukau, sampai-sampai sering jadi bahan inspirasi para penulis, pelukis, penyair, termasuk JRR Tolkien yang menggambarkan Shire bagaikan English countryside. Suasana yang tenang, padang rumput, danau, hutan pinus, pepohonan willow. Hauuu...
I want to be there right now!




7. Oasis (band)
Needless to say, I'm a fan of the band. Especially the songwriter, Noel Gallagher. His persona and songs captivate me, shape my thought, and inspire a lot. Many people mock them for being too overrated. But Noel Gallagher belongs to people who love him. Haters gonna hate and let them be. Oasis is still as influential as in 90's (to me). Maybe the time has passed and the stars of rock are emerging everyday. But Britpop and all of the other bands like The Smiths, Blur, Travis, Manic Street Preachers, Stone Roses and all are still my favorites all the time.

That's a wrong shirt, Liam

Noel looks happy with Paul McCartney and Paul Weller






8. British accent.
I don't know why. I just do.



9. BBC
Kinda weird, isn't it? Not if you have a cable TV. Instead of watching Fox or National Geographic or History channel, I prefer BBC. Just switch TV to this channel and i'll enjoy myself. Programs in BBC maybe could be suck, but most of the time it's educating and interesting!
Also, i love the presenters. Not Jonathan Ross, but like Kate Humble, Stephen Fry, James May, Jeremy Clarkson, Gordon Ramsay, Brian Cox, Joanna Lumley, David Attenborough, Bruce Parry and so many others. There are good quality programmes like Sherlock, Who Do You Think You Are, Dr. Who, Wonders of the Solar System, The Office, Life on Mars, James May's Toy Story, Top Gear, Van Gogh: Painted With Words, Undercover Boss, and so on and on...





10. Sherlock Holmes
Probably the most iconic detective in history. He's everlasting, has been adapted into screen, stages, drama, and many times. He is now become much more what Sir Arthur Conan Doyle thinks and writes down. Perasaan, dari tadi bahasa Inggris terus nih ane. Oke, ane suka dia karena tidak hanya jenius tapi karena dia yah... keren. Dengan raindeer stalk hat dan sebagainya. Pokoknya Sherlock Holmes itu amat sangat English!

11. English literature and arts
I'm not an expert in this honestly. They say English literature is a wide field of literature since it's not necessarily come from The Great Britain. But i still like what JRR Tolkien, Charles Dickens, Mary Shelley, Roald Dahl, The Bronte Sisters, Thomas Hardy, including Sir Arthur Conan Doyle. It's a different world and way of thought. I read some short stories by English writers and they're all dramatic and intriguing.

I also like painters such as John Constable or Richard Bonington and poets like John Keats and Lord Byron. They're brilliant. I must admit i haven't read all of their poetry or novels. But still, I'm finding out.
Message from The Sea oleh John Everett Milais

The Cornfield oleh John Constable





Rabu, 07 Desember 2011

Be Honest to Yourself at Least

My, my... adakah yang lebih bullshit dari kata-kata mutiara yang bilang manusia tidak boleh mengeluh dan harus terus berjuang? Ada. Tapi bagiku itu adalah salah satu hal paling hipokrit yang pernah ada.
Aku sendiri suka/sering/gemar mengeluh (dalam hati). Aku tidak bisa berpura-pura senang saat sedih, sok tegar saat sedang rapuh, ceria saat kesepian. Orang akan dengan mudah menemukan perubahan dalam ekspresi wajahku dan cara bicaraku (kecuali orangtuaku, tentu saja!).
Saat aku sedih, walaupun itu semua kupendam, tapi aku tidak mengingkari perasaan itu. Walaupun aku suka tidak jujur pada orang lain, tapi aku sangat jujur pada sendiri. Saat ada masalah emosional, aku akan terang-terangan mempreteli masalahnya. Betapa bencinya aku pada orang sok kuat, sok tegar. Sok tegar itu berbeda dari tegar sungguhan, lho! Kalau kita sedih, biarkan perasaan itu naik dan menjadi nyata, jangan masukkan dalam koper dan kau duduki sendiri, lalu bilang; aku baik-baik saja, aku bisa mengatasi sendiri, dst. My, my... you're just being a phony! No less no more!
Yang ingin kusampaikan adalah, kalau ada masalah--atau galau, bahasa anak jaman sekarang--jangan sok kuat deh! bertindaklah segalanya dengan setulus hati. Itu sangat manusiawi. Sangat manusiawi untuk menangis, sedih, mengeluh... itu seperti yin dan yang. Ada bahagia ada sedih, segala sesuatu diciptakan dengan keseimbangan.
Dalam kesedihan kau akan temukan kekuatan sejati.
Stop bertindak sendirian, begitu kau rasa tidak mampu lagi menahan beban, lepaskan saja. Teriak, bicara dengan orang lain, menangis.. itu lebih sehat. Lebih manusiawi. Bisa juga kau sampaikan dalam bentuk karya. John Keats menulis syair yang luar biasa indah saat ia patah hati, Beethoven menciptakan Moonlight sonata saat patah hati, dsb. Man, kesedihan bisa jadi bahan inspirasi juga.

Ane rasa ini menjelaskan mengapa ane bukan penggemar acara training motivasi.

Sabtu, 03 Desember 2011

A Prayer

Ingat tidak waktu kau sibuk tapi sebenarnya tidak sesibuk itu?
Ini bisa disebabkan karena mungkin tugas dan kewajibanmu banyak dan menumpuk akibat dari kemalasan dan kata-kata: "nanti, masih lama, masih bisa besok, 2 jam lagi kumulai... dst", tapi kau merasa lelah dan tertekan.
Nah, sekarang kau ingat.
Waktu itu kau punya kewajiban membuat makalah kuliah yang kau tunda sampai 2 minggu, yang sampai saat aku mengetik ini, BELUM kau selesaikan satu halamanpun!
Tapi yah, seperti biasa kau bisa menyelesaikannya...
Kenapa?
Kenapa kau selalu menundanya?
Sebesar apakah... rasa bencimu?
Ah, aku ingat waktu itu kau sedang rajin membaca manga! Aku ingat kau suka sekali menjelajah dunia maya dan hilang diantara kata-kata dalam layar.. lalu waktu berlalu disekitarmu dengan cepat tanpa kau sadari.
Inikah caramu melarikan diri? Walaupun kau tahu ini sia-sia saja.
Kau berharap waktu itu, setiap hari, semuanya berakhir, dalam kematian atau tidur panjang.
Kau berharap kau bisa memulai dari awal segala yang telah rusak.
Tapi kau tidak mampu, kan?
Waktu hidupmu pendek, seberapapu besarnya keinginanmu untuk lari, kau tak akan bisa.
Lalu kau berpikir; alangkah baiknya kalau kau tidak merasa kesepian. Mungkin semuanya terasa lebih ringan.
Kesulitan sebesar apapun, kalau kau bisa menyampaikan perasaanmu pada seseorang yang menyayangimu, apalah artinya tugas kuliah dan kewajiban lain? Tidak terlalu sulit.
Aku berdoa semoga harimu menyenangkan dan kau bisa mengatasi kesulitanmu dengan hati yang lapang.
Ingatlah, segala yang terjadi dalam hidup kita adalah hal yang tak ternilai.

Rabu, 23 November 2011

Wasted Minds

I feel so much betrayed.

I'm a coward, I must admit. My so-called parents always get mad at me it makes me so anxious time after time. But this time, what's so bothers my mind is some basic philosophical questions i've had in my fucked mind all this time. These questions are so big i can't bear it any longer. Those things require new form of point of views and more clues to find the right answer, but can we really sure about anything at all?

At some point in my life, i want to close my eyes and keep going with my faith that has been with me since i was born. But later on, I will come back and think about that again deeply. It really horrifying, you know? Because I can't imagine how these matters can change me as person in the future. And my surroundings doesn't really help. I was born in such a religious family, I've been learning my religion since always... Never really understand about things outside that except a slightly reading from some books. My father is a jerk, my mother also jerk, my sister even more jerk. Me? I'm a fucking coward.

In this time, maybe I should really get going somewhere, I mean not stuck in one thought. I gotta read more about my religion and things that surround it. But I have to say that I'm still a believer deep inside. I just have to find the path to the pure faith, without any doubt again. I'm so tired of doubts.

...and so tired about people around me. They're scumbags. Especially my own family.

Jumat, 28 Oktober 2011

Change!

Any moment can change you forever.
Now, in this very minute, I myself want to declare that I'm ready to change myself. After a very irritating attitudes from people surround me, I think it's the time to show them who am I. That I have a control and privilege to make my own decision. Start now and then.

1. Start to speak my mind clearly to ANYONE.
2. Start jogging every Saturday morning.
3. Start looking for scholarship
4. Start my bloody unfinished stories
5. Start to be a friendly person with anyone

1. Stop taking everything seriously
2. Stop labeling everyone else
3. Stop saying to myself: "I'll do it later..."
4. Stop dreaming much about parents affection
5. Stop eating too much meats

Rabu, 26 Oktober 2011

Dark Night

Apa yang kau pikirkan saat mendengar kata krisis iman?
Aku sejujurnya sedang mengalami ini. Rasanya sungguh tidak enak. Kau tidak tahu harus berbagi pada siapa, teman-temanmu akan menganggapmu sedang galau sementara saja, orangtua akan kalang-kabut merasa ada yang salah dengan hidup anaknya, guru-guru akan khawatir (seadanya) dan berpikir ada yang salah dengan sistem pendidikan agama. Singkatnya, tak ada tempat untuk dituju. Sehingga terpaksa, sekali lagi seperti biasa, menjalaninya sendirian. Seperti belajar otodidak.

Hari ini aku berulang tahun yang ke-20. Dua puluh, sumpah demi Tuhan. Lima tahun silam aku merasa dunia terbuka luas dan tersenyum ramah. Kini, hanya melihat peta dunia aku merasa sedih. Mungkin dunia hanya membuka sedikit bagiannya untukku. Mungkin aku tidak cukup beruntung.

Aku sebenarnya mampu merasakan ada sesuatu yang amat salah dalam pola pikirku. Aku semakin benci dinasehati. Dalam rencana keluargaku yang sempurna dan penuh perhitungan, ada satu kelemahan; diriku. Namun mereka tidak menyadari ada cacat tersembunyi ini, yang tersembunyi dalam sosok anak sulung penurut, pendiam, dan ambisius. Lubang kecil yang akan menenggelamkan seluruh perahu.

Meskipun aku tidak tahu kapan akan terjadi, namun aku merasa suatu saat akan datang sesuatu yang akan mengubah semua ini. Entah dimulai dari krisis iman tadi atau masalah finansial atau mental, dst. Suatu saat orangtuaku akan menjerit kecewa karena diriku ini. Oh, Tuhan, aku tahu itu persis...

Mungkin walaupun aku berceritapun tak akan ada yang sungguh peduli, mungkin memang itu cara kerja dunia. Sebagian orang tidak beruntung menemukan cinta sejati dalam hidupnya, tidak sempat menemukan kebahagiaan sejati sampai ia meninggal dunia. Ini membingungkan sekaligus tragis.

Sekarang, setiap hari aku tidak merasa bahagia. Aku tahu, ada banyak yang harus dikerjakan. Aku telah diberikan kesempurnaan yang selalu lalai kusyukuri. Tapi ada sesuatu yang sungguh lenyap jauh dalam hatiku--yang tak bisa kukatakan--namun akan teringat selamanya.

Selasa, 25 Oktober 2011

Smoke

Aku merokok setengah batang hari ini.

Untuk orang lain itu hal yang terdengar lucu, biasa, atau naif. Untukku itu memang demikian seperti yang mereka pikirkan. Selama beberapa hari ini, pikiranku mengacau, segala sesuatu tidak terlihat beres. Orangtuaku bertingkah lagi dan aku merasa kesepian setengah mati. Tidak ada apapun yang terjadi. Jadi, well... I wanna make a scene, which is by smoking. And it's not like what i expected.

Not surprise. Menurutku merokok benar-benar hanya begitu saja. Menghirup asap. Rasa manis dan aroma terbakar dimulutmu adalah tambahan lain. Kata mereka, merokok memberikan efek menenangkan dan rasa senang. Bagiku, setelah merokok aku hanya kehausan.

Mencoba-coba tetap hal yang menyenangkan. Melakukan sesuatu yang pasti akan dibenci orangtuaku diam-diam kedengaran lucu. Look, mom! I can do something without your fucking advisory!

Tapi sekali lagi, merokok memang hanya itu saja. Terlepas dari hukum halal-haramnya.

Bagiku pribadi, itu adalah satu bagian dari perjalanan masa menjelang kedewasaan yang berliku dan membingungkan ini.

Sabtu, 22 Oktober 2011

Mist

Ada banyak hal menarik yang menunggu setiap minggu. Film, buku, musik, acara TV, bagiku kebanyakannya adalah kegiatan yang hanya bisa dinikmati sendiri. Seperti yang selalu kupikirkan tentang diriku, I'm more philosophical than practical. Ada cerita-cerita pendek dari abad ke 17 menunggu di kelas Bahasa Inggris untuk dibaca bersama. Dan lain-lain sebagainya yang membuat hidup singkat ini jadi menyenangkan.

Hidup yang singkat. Yah, setidaknya bagi sebagian orang. Sebenarnya tidak, apabila kau memiliki kepercayaan sepertiku. Aku percaya ada kehidupan setelah kematian. <---nah, ini adalah sebagian hal yang meresahkan dalam kurun waktu beberapa minggu ini--namun aku mencoba untuk tidak terlalu memikirkannya. Mungkin lebih kepada desakan moral akan keadilan kehidupan. Hidup yang tidak adil akan dibalas seadil-adilnya setelah kita semua mati. What a fun thought!

Lalu ada lagi yang menghinggapi pikiranku, masa depan. Aku tidak ingin terkesan cheesy, tapi sebagai mahasiswi yang semakin mendekati tahun akhir kuliahnya, mau tidak mau aku harus mulai merancang rencana masa depan. Orangtua mana di dunia ini yang tidak ingin anaknya bisa hidup layak dan berhasil? Harapan dan ekspektasi itu terkadang memotivasi semangat belajar tapi disatu sisi juga mengkhawatirkan. Pertanyaan seperti; apa itu sukses? apa itu layak? apa itu uang? pasangan hidup? keluarga? Segudang pertanyaan yang tak ada seorang pun mau menjawabnya untukku terus bertambah. Dari hari kehari, menit kemenit, tapi aku merasa semakin takut. Aku mulai merasa sedih dan bertanya-tanya; benarkah mereka yang mengharapkan keberhasilan diriku sungguh mengharapkan kebahagiaan bagiku? Atau ini hanyalah semacam pelampiasan bagi mereka untuk mengisi mimpi-mimpi masa muda mereka yang tak tercapai? Atau lebih sederhana, gengsi sosial?

Aku tidak tahu, dan kurasa tidak akan pernah tahu. Aku tidak pernah merasakan cinta, cinta yang hangat dan nyata maksudku. Bukan yang dingin dan penuh kepentingan. Mungkin orangtuaku memang mencintaiku tapi mungkin mereka juga sedang berusaha memahami keinginan mereka sendiri melalui diriku. Kau tidak akan dapat memahami kehidupan ini dengan sebenar-benarnya, oh, kuharap jangan. Sebab menurutku, kalau kehidupan ini menyingkap rahasianya, kita akan kecewa.

Mungkin, kehidupan adalah apa yang kita pikirkan.

Mungkin, kita semua sedang dalam mimpi berkepanjangan, dan suatu saat akan terbangun.

Tapi aku mensyukuri kehidupanku. Ada hal-hal yang ingin kuubah didalamnya, tapi kebanyakan tidak. Ada lebih banyak hal diluar sana menunggu dan aku tidak sabar menjalani labirin masa depan. Kuncinya adalah, jangan terlalu banyak mempertanyakan dan tetaplah melangkah.

Dan seandainya ada seorang kawan setia dalam perjalanan ini, mungkin saat itu semua pertanyaan terjawab...

Sabtu, 08 Oktober 2011

Dear, Prudence

Salah satu guru Bahasa Inggris yang paling berkesan dalam hidupku adalah Rachel. She's 24 and from Ohio. Seseorang yang enerjik dan sangat mudah terkesan, alasan yang sama kenapa suaminya menikahinya. Aku mulai menjadi teman baiknya semenjak aku sedikit curhat soal patah hati-which is pathetic- dan sepertinya dia bersimpati dan mulai dari sana ia membuka rahasia pribadinya. Yang tentu saja tidak diketahui 3 anak murid lain dikelasku. Kami sepakat untuk saling menjaga rahasia.

Lalu suatu hari ia memintaku untuk memandunya jalan-jalan ke pesantren. Harus kukatakan pesantrenku adalah yang terletak di Ulujami, bagi kebanyakan orang adalah; itu-sekolah-yang-pramuka-nya-keren-dan-pernah-dikunjungi-perdana-menteri-UK. Haha.

I'm excited and she's too. We were having fun, she got a new impression of Islam and I'm glad i can take her in front of my little sister who really likes her a lot. She's beautiful.

Dan sebagai ganti atas semua itu, aku diberikan buku super keren: The Beatles; The Unseen Archives, sebuah kumpulan foto-foto yang kebanyakan hitm putih dan langka, lebih pantas sebagai barang kolektor.

Tapi guruku yang atletis itu berpikir aku lebih pantas menyimpannya karena aku sangat tulus menyukai The Beatles, well... aku lebih suka Oasis, tapi The Beatles adalah favoritku juga, terutama aku agak menyukai John Lennon.

Aku tidak pernah mendapatkan hadiah (diluar hadiah ultah) yang begitu berkesan seperti ini, tidak dari keluarga maupun pacar... aku belum pernah pacaran, ding.

Thank you, Rachel. I will keep this priceless treasure 'till the end of my life!

Jumat, 30 September 2011

Another Greatest Escape

James Daniel May is my new escape.

Seriously, i can't sleep before watching Top Gear since 3 months ago. It become like a routine. Like daily five prayers. But now it has became watching that man; James May, unless, i can't get some sleep.

With new pressures, responsibilities after a very long holiday, i have been so busy. But i always want it balanced. Like, you go to campus and be so massively concerned about those lessons, in the night i have the three Top Gear trios to watch. It's exciting, having something to looking forward to.

But James May, as usual, i always love eccentric people. After been a huge die hard fan of River Phoenix, Noel Gallagher, and Johnny Depp.. now it's this bloke. The bloke's bloke; James Maaayyy!!! <3

I have some reasons which are not sensible for a young girl to love a man;

1. He's awkward and clumsy
2. Petrol head and engineering geek
3. Sometimes funny with English humor sense
4. Cats lover
5. Cool haircut
6. Deep, appealing voice
7. Genuine, original
8. Confidence, creative
9. Knowledgeable, pedantic
10. Amazing fashion consciousness.




I know, i know... he's not your definition of gorgeous, you just proved how shallow the definition is!



I gotta sleep and dream about him in our hot air balloon!!