Jadi, waktu setempat menunjukkan pukul 12.21 AM dan ane belum bisa tidur.
Ane sudah beli speaker, yang artinya sayonara-punggung-pegel! Liburan biasa saja, nilai-nilai biasa saja (kalau dengar kata IP, jadi emosi), kesehatan baik, kehidupan sosial lumayan, dll, dll..
Ane belajar sesuatu juga, sih hari ini...
Jadi tetangga ane ada yang minta diajari Tafsir Qur'an. Sebutlah namanya Indri. Beliau ini orang yang lebih unggul dari ane dalam hal semangat belajar. Dia tidak kuliah bahkan tidak lulus SMU, tapi semangat-nya mengalahkan semangat belajar mahasiswa. Dengan malu-malu dia yang beranggapan aku berilmu, minta diajarkan al-Qur'an.
Kau tidak boleh menolak orang seperti itu 'kan?
Maksud ane, ane kurang suka ide menjadi ustazah, tapi akhirnya datang juga waktunya. Bukannya ane meremehkan ustazah secara umum! TIDAK sama sekali! Malah malu juga kalau sudah belajar tapi hanya untuk diri sendiri. Seperti pohon yang tidak berbuah dan tidak manfaat. Cuma sampah masyarakat.
Ane tidak ingin karena terlalu takut menyampaikannya. Takut salah. Takut merasa takabur. Takut kalau tidak sesuai diri sendiri dengan apa yang ane ajari. Itu jauh lebih menakutkan! Padahal ane sadar orang-orang kekurangan ustazah-ustazah itu.
Pada akhirnya ane bersedia juga dan berusaha mengajarkan sebisa ane. Dia sungguh antusias dan selalu menanggapi perkataanku dengan positif. Kepadanya ane jujur saja, ilmu ane masih sedikit sekali. Tapi dia bilang tidak apa-apa. Ajarkan saja yang ane tahu.
Hanya saja, ane membuat kesalahan, sepertinya materi yang ane sampaikan terlalu teoritis dan terdengar akademis. Dia yang tidak terbiasa dengan bahasa keilmuan dan orang yang berbicara cepat-cepat harus mengerutkan kening berkali-kali. Akhirnya ia mengaku juga kalau ia sulit mengerti materinya.
Aku merasa malu. Akhirnya kau mengerti, mengapa penceramah bersikap santai, humoris, down-to-earth kepada masyarakat awam. Aku ini mirip seperti mahasiswa desain mengajarkan mewarnai kepada anak TK. Dasar bodoh. Aku malu pada diriku sendiri. Padahal hanya dengan secuil ilmu yang kuberikan asal mudah dipahami jauh lebih baik, ketimbang rumit namun hanya masuk kuping kanan keluar kuping kiri.
Jadi aku menjanjikan untuk mengubah metode pengajaranku dan berjanji untuk mencetak semua slideshow yang kubuat. Aku meminta maaf seperti orang gila tadi. Malu sekali.
Ilmu agama yang kupelajari kadang hanya terasa seperti tumpukan dokumen akademis yang kaku dalam otakku. Bukan untuk dipraktekkan, hanya sekadar tahu. Memalukan.
Aku tidak sanggup melanjutkan ini, aku punya lebih banyak alasan lagi untuk merasa jauh lebih jengkel terhadap diri sendiri.
Senin, 13 Februari 2012
Kamis, 09 Februari 2012
Antoine Doinel, Antoine Doinel
Biasanya review film berisi penilaian dan judgement dari orang-orang yang merasa mereka paham film itu sepenuhnya. Sekarang aku sedang tidak mood sama sekali untuk menulis dengan gaya "angkuh" begitu. Aku sedang ingin sharing film yang barusan aku selesaikan. The Saga of Antoine Doinel yang mencakup 5 film dia. Disutradarai oleh Francois Truffaut dan dirilis DVD-nya oleh Criterion Collection, film Perancis yang bersettingkan tahun 50-60'an ini adalah salah satu film yang membuatku berdecak kagum. Sekali aku melihat trailer filmnya, langsung aku memutuskan untuk mengikuti petualangan Holden Caulfield-nya Perancis ini; Antoine Doinel (diperankan oleh Jean Pierre Leaud)
Saga semi autobiografi ini mencakup 5 film yaitu:
1. The 400 Blows
2. Antoine and Colette
3. Stolen Kisses
4. Bed and Board
5. Love on The Run
Jika The Catcher in The Rye mengingatkan kita pada Holden Caulfield yang depresi berjalan-jalan di jalanan kota New York tengah malam yang berkabut, Antoine Doinel muda melakukannya di jalanan kota Paris, mencari tempat untuk tidur atau mesin tik untuk dicuri.
Saga semi autobiografi ini mencakup 5 film yaitu:
1. The 400 Blows
2. Antoine and Colette
3. Stolen Kisses
4. Bed and Board
5. Love on The Run
Jika The Catcher in The Rye mengingatkan kita pada Holden Caulfield yang depresi berjalan-jalan di jalanan kota New York tengah malam yang berkabut, Antoine Doinel muda melakukannya di jalanan kota Paris, mencari tempat untuk tidur atau mesin tik untuk dicuri.
Sejak SMA, bisa dibilang aku yang agak labil ini selalu mencari tokoh panutan. Yah, bukan berarti Holden Caulfield atau Antoine Doinel adalah tokoh panutanku. Tapi aku bisa memahami perasaan mereka, suatu perasaan yang dirasakan oleh banyak remaja lain, disadari atau tidak. Film ini menggambarkan kepolosan anak-anak dan pencarian kasih sayang. Sebentar, itu agak terdengar lebay... tapi memang itu kesimpulan yang kudapat. Antoine Doinel sejak film pertamanya adalah karakter yang haus pengakuan, arogan, tapi sensitif. Ia agak nakal tapi bukan berarti bodoh. Ia mencintai novel sastra <---bukan hal ini juga yang membuatnya pintar! Kurasa kalau kutilik dari pengalaman hidupku, ia pintar karena ia memutuskan untuk hidup mandiri. Hidup mandiri adalah impiannya di usia belia. Ia membenci orangtuanya. Mungkin karena itu. Namun jika kau menonton film ini, kau akan mendapatkan kesimpulan bahwa hidup mampu membunuh impian seindah apapun. Adegan akhir ketika ia berlari di tepi laut itu mewakili jutaan perasaan yang berbeda bagi tiap orang, namun buatku.. aku mendefinisikannya sebagai kebuntuan dan ketidakjelasan hidup.
Seperti halnya Tom Sawyer yang dipandang rendah oleh orang dewasa sekitarnya, Antoine Doinel mengalami kesulitan berkomunikasi dengan orangtua dan gurunya. Bahkan kau akan mendapat kesan bahwa ia membenci orangtuanya dalam adegan dimana wali kelasnya bertanya alasan ia tidak masuk kelas.
Tapi aku tidak mau terlalu menggambarkan keseluruhan film ini, nanti malah jadinya spoiler, besides, lebih baik suatu fil itu direview setelah kita menonton saja. Semakin sedikit pengetahuan kita sebelum menonton, semakin kita akan menikmatinya. Meskipun, yah... tergantung orang, sih.
Tidak berhenti sampai sini, saga karakter ini terus tumbuh di film-film sekuelnya. Dalam Antoine et Colette ia menjalani kisah cinta di usia 20-an. Lalu ada Baisers Voles dimana ia mengalami petualangan cinta dengan lebih banyak lagi wanita. Lalu Domicile Conjugal, tentang... (jangan, nanti spoiler!), dan terakhir L'Amour en Fuite yang lebih seperti kilas balik kehidupannya dari 400 Blows.
Jika kau menyukai cerita yang amat sangat real (karena itulah ciri dari film-film French New Age) dengan karakter yang kuat, inilah filmnya. Apalagi kalau kau suka dengan actor with pretty face, Jean Pierre Leaud was (because now he's not) stunningly gorgeous in those movies. You won't miss this.
I'm off to watch La Chinoise now
The Trapeze Swinger
Please remember me, happily
By the rosebush laughing
With bruises on my chin, the time when
We counted every black car passing
Your house beneath the hill and up until
Someone caught us in the kitchen
With maps, a mountain range, a piggy bank
A vision too removed to mention
But please remember me, fondly
I heard from someone you're still pretty
And then they went on to say that the Pearly Gates
Had such eloquent graffiti
Like 'We'll meet again' and 'Fuck the man'
And 'Tell my mother not to worry'
And angels with their great handshakes
But always done in such a hurry
And please remember me, at Halloween
Making fools of all the neighbors
Our faces painted white, by midnight
We'd forgotten one another
And when the morning came I was ashamed
Only now it seems so silly
That season left the world and then returned
And now you're lit up by the city
So please remember me, mistakenly
In the window of the tallest tower
Call, then pass us by but much too high
To see the empty road at happy hour
Gleam and resonate just like the gates
Around the Holy Kingdom
With words like, 'Lost and found' and 'Don't look down'
And 'Someone save temptation'
And please remember me as in the dream
We had as rug burned babies
Among the fallen trees and fast asleep
Beside the lions and the ladies
That called you what you like and even might
Give a gift for your behavior
A fleeting chance to see a trapeze
Swinger high as any savior
But please remember me, my misery
And how it lost me all I wanted
Those dogs that love the rain and chasing trains
The colored birds above their running
In circles round the well and where it spells
On the wall behind St. Peter
So bright on cinder gray in spray paint
'Who the hell can see forever?'
And please remember me, seldomly
In the car behind the carnival
My hand between your knees, you turn from me
And said the trapeze act was wonderful
But never meant to last, the clowns that passed
Saw me just come up with anger
When it filled with circus dogs, the parking lot
Had an element of danger
So please remember me, finally
And all my uphill clawing
My dear, but if I make the Pearly Gates
I'll do my best to make a drawing
Of God and Lucifer, a boy and girl
An angel kissin' on a sinner
A monkey and a man, a marching band
All around the frightened trapeze swinger
Nah nah nah
Nah nah nah
Nah nah nah
by: Sam Beam ( Iron and Wine )
By the rosebush laughing
With bruises on my chin, the time when
We counted every black car passing
Your house beneath the hill and up until
Someone caught us in the kitchen
With maps, a mountain range, a piggy bank
A vision too removed to mention
But please remember me, fondly
I heard from someone you're still pretty
And then they went on to say that the Pearly Gates
Had such eloquent graffiti
Like 'We'll meet again' and 'Fuck the man'
And 'Tell my mother not to worry'
And angels with their great handshakes
But always done in such a hurry
And please remember me, at Halloween
Making fools of all the neighbors
Our faces painted white, by midnight
We'd forgotten one another
And when the morning came I was ashamed
Only now it seems so silly
That season left the world and then returned
And now you're lit up by the city
So please remember me, mistakenly
In the window of the tallest tower
Call, then pass us by but much too high
To see the empty road at happy hour
Gleam and resonate just like the gates
Around the Holy Kingdom
With words like, 'Lost and found' and 'Don't look down'
And 'Someone save temptation'
And please remember me as in the dream
We had as rug burned babies
Among the fallen trees and fast asleep
Beside the lions and the ladies
That called you what you like and even might
Give a gift for your behavior
A fleeting chance to see a trapeze
Swinger high as any savior
But please remember me, my misery
And how it lost me all I wanted
Those dogs that love the rain and chasing trains
The colored birds above their running
In circles round the well and where it spells
On the wall behind St. Peter
So bright on cinder gray in spray paint
'Who the hell can see forever?'
And please remember me, seldomly
In the car behind the carnival
My hand between your knees, you turn from me
And said the trapeze act was wonderful
But never meant to last, the clowns that passed
Saw me just come up with anger
When it filled with circus dogs, the parking lot
Had an element of danger
So please remember me, finally
And all my uphill clawing
My dear, but if I make the Pearly Gates
I'll do my best to make a drawing
Of God and Lucifer, a boy and girl
An angel kissin' on a sinner
A monkey and a man, a marching band
All around the frightened trapeze swinger
Nah nah nah
Nah nah nah
Nah nah nah
by: Sam Beam ( Iron and Wine )
Sabtu, 04 Februari 2012
The Fighting Téméraire
Senin, 30 Januari 2012
Parents and Other Problems
Aku hampir tidak bisa memahami kesunyian rumah ini. Isi kepalaku seakan dipenuhi teriakan, namun sekitarku sunyi senyap seperti nafas yang tertahan.
Aku tidak mengerti.
Jika keegoisan adalah sifat utama manusia, mengapa aku tidak ingin menerima keegoisan mereka? Begitu kasar dan memaksa, dengan kata-kata menyakitkan, walau berusaha mengabaikan, tapi telah terlanjur terpatri di pikiranku selamanya.
Keluarga buatku adalah kata yang tak dapat kumengerti. Ikatan darah, aku masih bisa paham. Tapi keluarga? Teman-temanku bisa lebih baik. Sahabat baikku jauh lebih keibuan daripada ibuku sendiri. Apakah keluarga tidak lebih dari ikatan darah? Pasti begitu.
Kurasa sejak kita terlahir ke dunia ini, sejak itulah kita berhutang kepada orangtua. Jangan tanya mengapa aku berpikir demikian, walaupun aku mungkin salah.. Orangtua kita membebaskan eksistensi kita ke dunia ini tanpa keputusan kita kecuali keputusan Tuhan. Sejak itulah kita menanggung suatu hubungan yang rumit dengan kedua orang ini. Kedua orang yang dari hasil hasrat mereka kita terlahir. Lalu sejak itu, dengan keputusan mereka kita diberi nama, ditentukan pendidikannya, dan hidupnya. Hidup kita, sama sekali bukan hasil dari demokrasi sialan.
Lalu cinta. Cinta ibarat oasis di tengah gurun. Hidup tak akan layak tanpa itu. Akan tetapi cinta orangtua tak akan kupahami selamanya. Apapun bentuknya. Sudah terlambat untuk mengobrol denganku disore hari yang tenang, sudah terlambat untuk memberikan kado sebagai penghargaan perbuatan baikku, terlambat untuk menjadikanku teman baik, terlambat untuk berbicara dari hati ke hati.
Hati yang tertutup tak akan mampu menyampaikan perasaan yang sebenarnya. Mereka selalu bersikap munafik. Padahal mengapakah bersikap seperti itu pada anaknya sendiri?
Kepastian dari semua permasalahan ini adalah, aku tak mampu mencintai mereka. Mungkin mereka bisa merebut segalanya dariku, oh jangan sampai semuanya! Tapi tidak kebencian dan dendamku. Sebab, kalau kebencian ini hilang... apa lagi yang kumiliki untuk mereka?
Aku tidak mengerti.
Jika keegoisan adalah sifat utama manusia, mengapa aku tidak ingin menerima keegoisan mereka? Begitu kasar dan memaksa, dengan kata-kata menyakitkan, walau berusaha mengabaikan, tapi telah terlanjur terpatri di pikiranku selamanya.
Keluarga buatku adalah kata yang tak dapat kumengerti. Ikatan darah, aku masih bisa paham. Tapi keluarga? Teman-temanku bisa lebih baik. Sahabat baikku jauh lebih keibuan daripada ibuku sendiri. Apakah keluarga tidak lebih dari ikatan darah? Pasti begitu.
Kurasa sejak kita terlahir ke dunia ini, sejak itulah kita berhutang kepada orangtua. Jangan tanya mengapa aku berpikir demikian, walaupun aku mungkin salah.. Orangtua kita membebaskan eksistensi kita ke dunia ini tanpa keputusan kita kecuali keputusan Tuhan. Sejak itulah kita menanggung suatu hubungan yang rumit dengan kedua orang ini. Kedua orang yang dari hasil hasrat mereka kita terlahir. Lalu sejak itu, dengan keputusan mereka kita diberi nama, ditentukan pendidikannya, dan hidupnya. Hidup kita, sama sekali bukan hasil dari demokrasi sialan.
Lalu cinta. Cinta ibarat oasis di tengah gurun. Hidup tak akan layak tanpa itu. Akan tetapi cinta orangtua tak akan kupahami selamanya. Apapun bentuknya. Sudah terlambat untuk mengobrol denganku disore hari yang tenang, sudah terlambat untuk memberikan kado sebagai penghargaan perbuatan baikku, terlambat untuk menjadikanku teman baik, terlambat untuk berbicara dari hati ke hati.
Hati yang tertutup tak akan mampu menyampaikan perasaan yang sebenarnya. Mereka selalu bersikap munafik. Padahal mengapakah bersikap seperti itu pada anaknya sendiri?
Kepastian dari semua permasalahan ini adalah, aku tak mampu mencintai mereka. Mungkin mereka bisa merebut segalanya dariku, oh jangan sampai semuanya! Tapi tidak kebencian dan dendamku. Sebab, kalau kebencian ini hilang... apa lagi yang kumiliki untuk mereka?
Sabtu, 28 Januari 2012
I Wanna Be In Your English Garden
"All the people of Great Britain...!", dan dengan seruan itu James May mengajak masyarakat Chelsea membantunya membangun taman plastisin. Tidak tahu kenapa, padahal seruan itu untuk orang UK tapi ane merasa 'terpanggil'. For crying out loud!
Sepertinya ane sedang terkena demam Inggris. Sebenarnya sudah lama aku menyukai hal-hal yang berbau ke-British-British-an. Mulai dari The Union Jack-nya, acara TV-nya, seni, budaya, film, dan pemandangan alamnya. Tapi aku sama sekali tidak tertarik dengan pandangan politiknya meskipun segala tetek bengek Royal Family itu cukup unik buat ane. But i don't really give a damn.
Kalau ane buat daftar tentang hal-hal apa yang ane suka dari Inggris, akan agak melelahkan jari-jari ini. Tapi aku ketik sebagian:
1. The Beatles
Bisa dibilang English Invasion (yang kebanyakan dimotori The Beatles) adalah salah satu hal terbaik yang dihasilkan British music industry to the world. Bukan hanya memberi pengaruh besar kepada budaya pop Inggris dan Amerika. Tapi seluruh dunia ini. Seluruh planet ini. Mungkin tidak semuanya setuju The Beatles is the best band in the world, but for the most classic? I think they are! Long stories, wonderful personalities and songs, and a John Lennon. Forever after! Hail The Fab Four!
Here are the best of them in my opinion:
Revolution
And Your Bird Can Sing
Helter Skelter
2. British dry humor
Humor ala Inggris sebenarnya cukup terkenal di Indonesia, hanya saja kita tidak terlalu sadar. Contoh tebak-tebakan: Ada 10 burung hinggap di pohon, kalau ditembak salah satunya; maka berapa sisanya? Tidak ada, karena semua burung terkejut dan sisanya terbang semua. Garing ya? Itulah dry humor. Banyak ditemui di serial komedi TV Inggris, contoh; Fawlty Towers, Blackadder, Liitle Britain, and the most lovable one: The Office. Komedi Inggris biasanya bercirikan satir (membawa fenomena realitas dalam bentuk komedi tragis), ironis, dan hm.. bagaimana menerangkannya? Bikin mikir. Kalau kau tidak memutar otak mencari apa yang lucu dari suatu hal atau tidak mengerti jargon British, pasti tidak akan tertawa. Selera humor yang agak 'pintar' inilah yang sesuai selera ane. Tidak tahu kenapa. Aku bisa mengulang satu joke sebelum tidur dan tertawa sendiri. Mwahaha!
3. Tea in the afternoon
Afternoon tea. Nge-teh sore-sore bareng temen atau sodara atau tetangga. Kegiatan yang terdengar biasa tapi sebenarnya menurut ane menyenangkan.. tergantung siapa yang diajak bicara sih. Tapi entah kenapa melihat orang Inggris nge-teh dekat kebun mereka yang terawat itu terlihat sangat beradab dan berkelas gitu, lhoo.. LOL. Mungkin karena zaman dahulu teh itu amat mahal dan hanya orang-orang menengah keatas yang bisa menikmati. Tapi zaman sekarang, jelas semua orang bisa menyediakan teh dan kue-kue unyu yang kapanpun mereka mau. Akhir-akhir ini aku menambahkan krimer ke teh-ku (gak nyambung).
4. English garden
Saya bukan tukang kebun atau ahli pertamanan, kok. Tapi kebun Inggris itu amat sangat enak dilihat mata. Sering ane lihat di film-film klasik Inggris, atau di buku-buku dongeng Inggris jaman dulu. Dengan sebuah pondokan dan cerobong asap (ini yang jadul), barisan bunga-bungaan, tanaman anggur yang merambat, gerbang masuk yang dipenuhi mawar, jalan setapak kecil yang disusun blok-blok batu, sumur yang seperti keluar dari dongeng-dongeng abad ke 19. Hauu... mana ada di tempat ane tinggal!
5. The Union Jack
Barang apa aja yang ada pola bendera UK ini pasti jadi keren, menurut ane ya! Termasuk gitar Noel Gallagher ini:
6. English countryside
Yak, tidak perlu dipungkiri lagi, inilah alasan utama kenapa ane mau ke Inggris. Bukan London tujuan utama ane kesana, ok? Tapi desa-desanya itu. Mungkin karena ane terlalu mantengin lukisan-lukisan John Constable ya? Subhanallah, banget bagaimana alam pedesaan sana begitu memukau, sampai-sampai sering jadi bahan inspirasi para penulis, pelukis, penyair, termasuk JRR Tolkien yang menggambarkan Shire bagaikan English countryside. Suasana yang tenang, padang rumput, danau, hutan pinus, pepohonan willow. Hauuu...
I want to be there right now!
7. Oasis (band)
Needless to say, I'm a fan of the band. Especially the songwriter, Noel Gallagher. His persona and songs captivate me, shape my thought, and inspire a lot. Many people mock them for being too overrated. But Noel Gallagher belongs to people who love him. Haters gonna hate and let them be. Oasis is still as influential as in 90's (to me). Maybe the time has passed and the stars of rock are emerging everyday. But Britpop and all of the other bands like The Smiths, Blur, Travis, Manic Street Preachers, Stone Roses and all are still my favorites all the time.
8. British accent.
I don't know why. I just do.
9. BBC
Kinda weird, isn't it? Not if you have a cable TV. Instead of watching Fox or National Geographic or History channel, I prefer BBC. Just switch TV to this channel and i'll enjoy myself. Programs in BBC maybe could be suck, but most of the time it's educating and interesting!
Also, i love the presenters. Not Jonathan Ross, but like Kate Humble, Stephen Fry, James May, Jeremy Clarkson, Gordon Ramsay, Brian Cox, Joanna Lumley, David Attenborough, Bruce Parry and so many others. There are good quality programmes like Sherlock, Who Do You Think You Are, Dr. Who, Wonders of the Solar System, The Office, Life on Mars, James May's Toy Story, Top Gear, Van Gogh: Painted With Words, Undercover Boss, and so on and on...
10. Sherlock Holmes
Probably the most iconic detective in history. He's everlasting, has been adapted into screen, stages, drama, and many times. He is now become much more what Sir Arthur Conan Doyle thinks and writes down. Perasaan, dari tadi bahasa Inggris terus nih ane. Oke, ane suka dia karena tidak hanya jenius tapi karena dia yah... keren. Dengan raindeer stalk hat dan sebagainya. Pokoknya Sherlock Holmes itu amat sangat English!
11. English literature and arts
I'm not an expert in this honestly. They say English literature is a wide field of literature since it's not necessarily come from The Great Britain. But i still like what JRR Tolkien, Charles Dickens, Mary Shelley, Roald Dahl, The Bronte Sisters, Thomas Hardy, including Sir Arthur Conan Doyle. It's a different world and way of thought. I read some short stories by English writers and they're all dramatic and intriguing.
I also like painters such as John Constable or Richard Bonington and poets like John Keats and Lord Byron. They're brilliant. I must admit i haven't read all of their poetry or novels. But still, I'm finding out.
Sepertinya ane sedang terkena demam Inggris. Sebenarnya sudah lama aku menyukai hal-hal yang berbau ke-British-British-an. Mulai dari The Union Jack-nya, acara TV-nya, seni, budaya, film, dan pemandangan alamnya. Tapi aku sama sekali tidak tertarik dengan pandangan politiknya meskipun segala tetek bengek Royal Family itu cukup unik buat ane. But i don't really give a damn.
Kalau ane buat daftar tentang hal-hal apa yang ane suka dari Inggris, akan agak melelahkan jari-jari ini. Tapi aku ketik sebagian:
1. The Beatles
Bisa dibilang English Invasion (yang kebanyakan dimotori The Beatles) adalah salah satu hal terbaik yang dihasilkan British music industry to the world. Bukan hanya memberi pengaruh besar kepada budaya pop Inggris dan Amerika. Tapi seluruh dunia ini. Seluruh planet ini. Mungkin tidak semuanya setuju The Beatles is the best band in the world, but for the most classic? I think they are! Long stories, wonderful personalities and songs, and a John Lennon. Forever after! Hail The Fab Four!
Here are the best of them in my opinion:
Revolution
And Your Bird Can Sing
Helter Skelter
2. British dry humor
Humor ala Inggris sebenarnya cukup terkenal di Indonesia, hanya saja kita tidak terlalu sadar. Contoh tebak-tebakan: Ada 10 burung hinggap di pohon, kalau ditembak salah satunya; maka berapa sisanya? Tidak ada, karena semua burung terkejut dan sisanya terbang semua. Garing ya? Itulah dry humor. Banyak ditemui di serial komedi TV Inggris, contoh; Fawlty Towers, Blackadder, Liitle Britain, and the most lovable one: The Office. Komedi Inggris biasanya bercirikan satir (membawa fenomena realitas dalam bentuk komedi tragis), ironis, dan hm.. bagaimana menerangkannya? Bikin mikir. Kalau kau tidak memutar otak mencari apa yang lucu dari suatu hal atau tidak mengerti jargon British, pasti tidak akan tertawa. Selera humor yang agak 'pintar' inilah yang sesuai selera ane. Tidak tahu kenapa. Aku bisa mengulang satu joke sebelum tidur dan tertawa sendiri. Mwahaha!
3. Tea in the afternoon
Afternoon tea. Nge-teh sore-sore bareng temen atau sodara atau tetangga. Kegiatan yang terdengar biasa tapi sebenarnya menurut ane menyenangkan.. tergantung siapa yang diajak bicara sih. Tapi entah kenapa melihat orang Inggris nge-teh dekat kebun mereka yang terawat itu terlihat sangat beradab dan berkelas gitu, lhoo.. LOL. Mungkin karena zaman dahulu teh itu amat mahal dan hanya orang-orang menengah keatas yang bisa menikmati. Tapi zaman sekarang, jelas semua orang bisa menyediakan teh dan kue-kue unyu yang kapanpun mereka mau. Akhir-akhir ini aku menambahkan krimer ke teh-ku (gak nyambung).
4. English garden
Saya bukan tukang kebun atau ahli pertamanan, kok. Tapi kebun Inggris itu amat sangat enak dilihat mata. Sering ane lihat di film-film klasik Inggris, atau di buku-buku dongeng Inggris jaman dulu. Dengan sebuah pondokan dan cerobong asap (ini yang jadul), barisan bunga-bungaan, tanaman anggur yang merambat, gerbang masuk yang dipenuhi mawar, jalan setapak kecil yang disusun blok-blok batu, sumur yang seperti keluar dari dongeng-dongeng abad ke 19. Hauu... mana ada di tempat ane tinggal!
5. The Union Jack
Barang apa aja yang ada pola bendera UK ini pasti jadi keren, menurut ane ya! Termasuk gitar Noel Gallagher ini:
atau payung-entah-punya-siapa-ini:
atau bantalnya Sherlock:
Tentu saja ada sejarah dibalik warna dan bentuknya, tapi silakan cari di Wikipedia sajalah.. ahaha.
6. English countryside
Yak, tidak perlu dipungkiri lagi, inilah alasan utama kenapa ane mau ke Inggris. Bukan London tujuan utama ane kesana, ok? Tapi desa-desanya itu. Mungkin karena ane terlalu mantengin lukisan-lukisan John Constable ya? Subhanallah, banget bagaimana alam pedesaan sana begitu memukau, sampai-sampai sering jadi bahan inspirasi para penulis, pelukis, penyair, termasuk JRR Tolkien yang menggambarkan Shire bagaikan English countryside. Suasana yang tenang, padang rumput, danau, hutan pinus, pepohonan willow. Hauuu...
I want to be there right now!
7. Oasis (band)
Needless to say, I'm a fan of the band. Especially the songwriter, Noel Gallagher. His persona and songs captivate me, shape my thought, and inspire a lot. Many people mock them for being too overrated. But Noel Gallagher belongs to people who love him. Haters gonna hate and let them be. Oasis is still as influential as in 90's (to me). Maybe the time has passed and the stars of rock are emerging everyday. But Britpop and all of the other bands like The Smiths, Blur, Travis, Manic Street Preachers, Stone Roses and all are still my favorites all the time.
![]() |
| That's a wrong shirt, Liam |
![]() |
| Noel looks happy with Paul McCartney and Paul Weller |
8. British accent.
I don't know why. I just do.
9. BBC
Kinda weird, isn't it? Not if you have a cable TV. Instead of watching Fox or National Geographic or History channel, I prefer BBC. Just switch TV to this channel and i'll enjoy myself. Programs in BBC maybe could be suck, but most of the time it's educating and interesting!
Also, i love the presenters. Not Jonathan Ross, but like Kate Humble, Stephen Fry, James May, Jeremy Clarkson, Gordon Ramsay, Brian Cox, Joanna Lumley, David Attenborough, Bruce Parry and so many others. There are good quality programmes like Sherlock, Who Do You Think You Are, Dr. Who, Wonders of the Solar System, The Office, Life on Mars, James May's Toy Story, Top Gear, Van Gogh: Painted With Words, Undercover Boss, and so on and on...
Probably the most iconic detective in history. He's everlasting, has been adapted into screen, stages, drama, and many times. He is now become much more what Sir Arthur Conan Doyle thinks and writes down. Perasaan, dari tadi bahasa Inggris terus nih ane. Oke, ane suka dia karena tidak hanya jenius tapi karena dia yah... keren. Dengan raindeer stalk hat dan sebagainya. Pokoknya Sherlock Holmes itu amat sangat English!
11. English literature and arts
I'm not an expert in this honestly. They say English literature is a wide field of literature since it's not necessarily come from The Great Britain. But i still like what JRR Tolkien, Charles Dickens, Mary Shelley, Roald Dahl, The Bronte Sisters, Thomas Hardy, including Sir Arthur Conan Doyle. It's a different world and way of thought. I read some short stories by English writers and they're all dramatic and intriguing.
I also like painters such as John Constable or Richard Bonington and poets like John Keats and Lord Byron. They're brilliant. I must admit i haven't read all of their poetry or novels. But still, I'm finding out.
![]() |
| Message from The Sea oleh John Everett Milais |
![]() |
| The Cornfield oleh John Constable |
Minggu, 15 Januari 2012
A New Dawn, I Hope
It's a new year, another time to waste, isn't it?
Jadi, sudah pada buat resolusi? Aku tidak punya kebiasaan membuat resolusi atau apalah istilahnya dalam bahasa Indonesia. Melihat keadaan sekitar, rasanya tahun ini pun akan sama lagi, kau tidak bisa membuat resolusi gila-gilaan kalau terperangkap kenyataan seperti yang kuhadapi. Terutama kalau tidak ada uang. Ya, uang tidak bisa dipungkiri bisa jadi segalanya. Bahkan untuk ibadah pun butuh uang, kecuali mungkin zikir dan doa. Ah, kalau aku punya uang, resolusi apapun akan kubuat!
Yah, apa yang terjadi akhir tahun kemarin? Tidak banyak. Kecuali bahwa aku semakin merasa jauh sekali dari Tuhan. Serius. Saat ini aku sedang "diwajibkan" menghafal juz 5, which is really painful. Aku rasa aku mampu, namun aku tidak mau. See, kalau kau MAU namun tidak MAMPU, percayalah kemauan bisa merubah segalanya. Tapi kalau kau mengerjakan sesuatu yang kau MAMPU tapi tidak MAU, will be a fucking disaster!
Sebenarnya hidup ini untuk apa dan berakhir dimana?
Oh God, if You're up there, must be really peaceful and comfy, are You?
Langganan:
Postingan (Atom)















.jpg)



